Kamis, 22 Desember 2011

KISAH SEBIJI BENIH

Suatu ketika sebiji benih terjatuh di atas tanah. Lalu angin semilir menerbangkannya kesana kemari. Tak tentu arah, tak tentu waktu. Benih itu hanya mengikuti kemana angin berhembus. Dengan tiupan ringan angin membawanya melayang-layang d udara sepanjang waktu.

Tak disangka, secara tidak sengaja benih itu jatuh di atas suatu tanah. Tanah yang tampaknya gembur, cukup air, dan cukup cahaya. Tanah yang subur yang cocok bagi benih untuk bertumbuh. Benih itu juga merasa ia akan dapat tumbuh dengan baik di sana. Hampir seluruh nutrisi yang benih butuhkan dapat terpenuhi, sinar mentari pun mampu menghangatkannya di siang hari.

Benih itu dengan perlahan tapi pasti mulai tumbuh. Dengan kepercayaan akan hidup dengan subur, benih menanamkan akar-akar mudanya menembus tanah semakin dalam dan makin dalam. Sehingga tunas muda juga mulai muncul seiring berjalannya waktu. Benih dapat tumbuh dengan subur di atas tanah gembur, di bawah sinar surya yang cerah. Tunas semakin meninggi dari hari ke hari, dan pucuk-pucuk daun mulai tampak. Sebiji benih yang awalnya hampir tak kasat mata itu tumbuh makin kokoh dengan batang-batang dan daun-daun hijaunya.

Lambat laun benih yang telah menjadi pohon tersebut berbunga. Kuncup demi kuncup bunga-bunga indah menghiasi dahan-dahan pohon. Akan tetapi tanpa diduga tiba-tiba sebuah angin kencang melanda daerah di sekitar tanah itu. Angin mengamuk menerjang mengombang-ambingkan pohon yang tumbuh satu-satunya. Pohon tersebut bukan lagi benih yang dapat melayang-layang searah hembusan angin, tetapi ia mencoba bertahan dengan akar-akarnya. Sayangnya karena tiupan angin yang terlalu kencang, pohon muda tak mampu lagi bertahan. Ia tumbang kalah oleh angin hingga tercabutlah seluruh akar-akarnya.

Habislah masa benih mungil yang telah menjadi pohon. Namun bunga-bunga yang tadinya sedang bertumbuh pada pucuk-pucuk pohon telah berguguran di atas tanah. Merontokan benih-benih baru. Dengan bantuan angin yang sedang berhembus, benih-benih baru tersebar merata ke segala penjuru di atas tanah. Dan kala cuaca kembali cerah, benih-benih kembali tumbuh menghasilkan banyak tunas baru. Suatu saat benih-benih itu akan menjadi pohon-pohon baru. Tak hanya satu, tetapi akan memenuhi lahan itu. Pohon per pohon juga akan semakin kokoh karena ditunjang oleh pohon-pohon lain di sisi-sisinya. Membuat lahan makin teduh dan makin indah. Sebiji benih yang akan memberi kehidupan di sekitarnya.



-dwp-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar