Penerbit : Mizan fantasi
Jenis : Novel fantasi terjemahan
Seri kedua dari THE LORIEN LEGACIES ini dibawakan sedikit berbeda dengan seri pertamanya, I Am number Four. Dalam novel ini menceritakan dua sisi kehidupan Garde di dua belahan dunia yang berbeda. Salah satunya melanjutkan kisah petualangan John Smith bersama kedua temannya, Nomer Enam dan Sam, yang telah ditetapkan sebagai buronan internasional akibat peristiwa ‘penghancuran’ sekolah (baca seri I Am Number Four). Sedangkan cerita lainnya adalah tentang si nomor Tujuh yang sedang berada di sebuah pelosok desa di Spanyol Utara.
John Smith dengan mengendarai mobil ayah Sam
berpetualang dari kota ke kota untuk menghindari kejaran, baik dari kaum
Mogadorian juga polisi dan agen inteligen Amerika. Dalam pelariannya mereka
semakin disudutkan dalam situasi yang berbahaya, untungnya nomor enam memiliki
pusaka untuk membuat dirinya tidak terlihat sehingga mereka dapat tersamarkan
ketika harus muncul di tempat-tempat umum. Tapi toh mereka juga tidak dapat
terus bersembunyi dengan mengandalkan pusakan Enam. Tetap ada batasan bagi Enam
untuk menggunakan pusakanya.
Dalam pelarian yang berbahaya
Enam dan John Smith juga harus terus mengasah pusaka mereka untuk dapat melawan
para Mogadorian. Ternyata Enam jauh lebih terlatih daripada John Smith,
bagaimana bisa? Pada suatu kesempatan mereka tidak dapat lagi mengelak dari
serangan Mogadorian dan John Smith kehilangan peti Loriennya! Sehingga mereka
memutuskan harus mengumpulkan keenam Garde yang tersisa untuk bertempur melawan
Mogadorian. Namun, bagaimana cara mereka mampu mengumpulkan 4 Garde lain yang
saling terpisah dengan perburuan Mogadorian yang semakin terang-terangan??
Serta bagaimana John dapat menemukan kembali petinya?
Di Spanyol nomor tujuh yang
menyamar dengan nama Marina terdampar dalam suatu biara sekaligus panti asuhan
dengan Cepannya yang telah kehilangan kepercayaan terhadap misi utama mereka
dilarikan ke bumi, yaitu untuk menyelamatkan peradaban bangsa Lorien.
Marina merasa seakan-akan hidup sendiri.
Meski begitu ia terus memantau kemungkinan munculnya Garde-garde lain melalui
berita di internet. Hingga suatu ketika Marina menemukan berita tentang
pelarian John Smith, yang membuatnya kembali percaya bahwa pertempuran melawan
Mogadorian sedang terjadi di luar sana. Marina juga kerap memimpikan seorang
gadis berambut hitam dan bermata badai dengan kekuatan yang tak terbayangkan.
Siapa dia sebenarnya?
Kesendirian Marina dalam biara
sedikit terobati dengan datangnya seorang anak kecil perempuan yang selanjutnya
berteman baik dengannya, membuatnya ingin selalu melindungi Ella, nama anak
itu. Dengan bantuan Ella, Marina berusaha mencari Peti Lorien miliknya yang
sudah lama entah dibuang atau disimpan oleh cepannya, karena ia tahu peti itu
sangat penting. Sebenarnya apa fungsi dari peti itu? Hingga suatu malam Marina
mulai menyadari pusaka istimewanya. Tapi Mogadorian tiba-tiba datang, apakah
ada pengkhianatan di sini?
Novel seri kedua ini mengungkap
lebih banyak fakta-fakta tentang Bangsa Lorien yang mungkin banyak kita
pertanyakan di seri pertama, I Am Number Four. Selain itu konflik-konflik yang timbul juga
semakin banyak dan membuat kita semakin penasaran. Meskipun gaya bercerita
penulis melompat-lompat dari Amerika ke Spanyol, Spanyol ke Amerika, namun
tetap ada benang merah yang menghubungkannya sehingga jalan cerita tetap
menarik untuk diikuti.
Selain itu dalam novel ini juga
terdapat bonus cerita THE LOST FILE, yaitu kisah perjalanan dan perjuangan
nomor Enam sebelum bertemu John Smith. Ternyata kehidupan beratlah yang membuat
Enam menjadi sosok yang tangguh dan hebat. Yang kalau menurutku sih kisah Enam
ini cocok banget untuk diceritakan dalam 1 novel penuh karena ceritanya sungguh
seru dan menegangkan untuk dijabarkan.
Buat yang sudah baca I Am Number
Four pasti penasaran untuk baca The Power Of Six ini. Dan setelah baca The
Power of Six ini efeknya kita pasti jadi nggak sabar nunggu seri ketiganya! Hahaha...
keep wait and see yeah ;) Pittacus Lore aku menunggu seri ketigamu ! :D
-dwp-
"Ingat, walaupun segalanya terasa buruk dan dunia seperti melupakanmu, selalu ada harapan."(The Power of Six)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar